BERITA

Kehadiran Koperasi Merah Putih pun menjadi angin segar bagi masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat belanja yang murah dan terjangkau, mereka juga melihat koperasi sebagai motor penggerak roda ekonomi desa.

Ketahanan Pangan Indonesia Diuji: Pemerintah Perkuat Langkah Strategis Hadapi Ancaman Krisis Global

Dipublikasikan pada: Rabu, 23 Juli 2025 10:19:54 | Oleh: Admin

Jakarta, 23 Juli 2025 – Ketahanan pangan Indonesia kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya tekanan global akibat perubahan iklim, konflik geopolitik, serta ketidakpastian pasokan pangan dunia. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional kini menggencarkan berbagai langkah strategis untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh rakyat.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa Indonesia masih berada dalam kondisi aman dari krisis pangan global, namun tetap perlu meningkatkan kewaspadaan. “Stok beras nasional saat ini berada di atas 1,2 juta ton dan cadangan pemerintah terus ditingkatkan. Namun kita tidak bisa lengah. Tantangan ke depan semakin berat,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/7).

Faktor Ancaman Ketahanan Pangan

Badan Pangan Dunia (FAO) telah memperingatkan bahwa perubahan iklim ekstrem yang menyebabkan kekeringan panjang dan banjir di berbagai wilayah Asia Tenggara berdampak langsung pada produksi pangan. Selain itu, konflik geopolitik seperti perang di Ukraina dan ketegangan di Laut China Selatan memperburuk rantai pasok global, terutama gandum, kedelai, dan pupuk.

Di Indonesia, beberapa daerah mulai melaporkan penurunan hasil panen akibat perubahan musim yang tidak menentu. Petani di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan mengaku mengalami gagal panen karena curah hujan yang datang di luar prediksi.

Langkah Pemerintah dan Inovasi

Untuk menjaga ketahanan pangan nasional, pemerintah meluncurkan program diversifikasi pangan lokal dan peningkatan produksi berbasis teknologi. Salah satu program unggulan adalah optimalisasi lahan rawa di Kalimantan dan Sumatra sebagai lumbung pangan alternatif.

Selain itu, pemerintah mendorong penggunaan varietas benih unggul tahan cuaca ekstrem dan memperkuat sistem logistik pangan nasional. Dalam waktu dekat, digitalisasi distribusi dan pemantauan harga juga akan diperluas melalui platform digital Badan Pangan Nasional.

“Kami ingin memastikan tidak hanya ketersediaan, tapi juga keterjangkauan harga di semua lapisan masyarakat. Pangan adalah hak dasar setiap warga negara,” ujar Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi.

Peran Masyarakat dan Swadaya Lokal

Di tengah upaya pemerintah, peran masyarakat juga dianggap penting. Program urban farming, kebun keluarga, dan komunitas pangan lokal terus digencarkan. Di berbagai kota besar, warga mulai memanfaatkan lahan sempit untuk menanam sayuran, cabai, dan tanaman bermanfaat lainnya.

Analis kebijakan publik dari LIPI, Dr. Rina Mahadewi, menyatakan bahwa ketahanan pangan sejati harus bersifat kolaboratif. “Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi nasional, tapi juga kemandirian rumah tangga dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga rantai pasok lokal.”

Berita Tebaru

Terungkap! Kasus Beras Oplosan di Indonesia Rugikan Konsumen dan Petani Lokal

Jakarta, 23 Juli 2025 –...

Baca

Ketahanan Pangan Indonesia Diuji: Pemerintah Perkuat Langkah Strategis Hadapi Ancaman Krisis Global

Jakarta, 23 Juli 2025 –...

Baca

Pupuk Mahal, Petani Menjerit: Ironi Ketahanan Pangan di Negeri Agraris

Indonesia dikenal sebagai negara agraris...

Baca